<< April 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Apr 28, 2008
─ Apa yang kau lakukan saat seorang teman tiba-tiba tak mau berbicara lagi padamu? ─

Jalan yang paling baik adalah dengan memiliki keberanian untuk menanyakan apa yang mengganggu pikiran si teman yang menghindar itu. Mungkin kau akan menemukan bahwa ia sama sekali tak bermaksud memperlakukanmu dengan bersikap diam/dingin. Tapi mungkin saja saat kau tidak bertanya karena takut terluka, sebenarnya temanmu itu merasa kesepian. Yang terbaik adalah membuka jembatan komunikasi. Apabila kau sudah berusaha namun masih saja ditolak, maka orang yang perlu dikasihani adalah temanmu itu, bukan dirimu.


FRIENDSHIP


Teman-temanmu dari SMU, SMP, SD bahkan TK selayaknya rekan-rekan sesama aktor yang muncul dalam pentas yang sama bersamamu di atas panggung kehidupan. Ada beberapa teman yang tak dapat kau lupakan seumur hidup.

Persahabatan itu mengalir secantik sungai kecil yang airnya segar dan murni. Arus jernih dan tak ternoda dari orang-orang yang menyatu di dalam katulusan, bergerak secara positif menuju mimpi mereka masing-masing. Berjuang dan bertumbuh bersama, saling berbagi penderitaan, saling memberikan semangat dan dukungan, menciptakan sungai persahabatan yang lebih besar, dalam dan murni. Persahabatan adalah salah satu dari kekayaan sejati. Eyang Aristoteles pernah berkata, "seorang teman adalah seperti dirimu yang lain."

Hati seseorang bagaikan sebuah termometer yang sensitif. Sesaat kau merasa segalanya berjalan lancar, dan tiba-tiba saja kau begitu patah semangat hingga yakin bahwa Tuhan tak lagi adil terhadapmu. Kau juga bisa dirundung kesedihan dan keputusasaan yang begitu mendalam karena masalah teman, cinta maupun keluarga.

Percayalah bahwa perasaan semacam itu normal-normal saja. Wajar kalau semua orang di dunia ini mengalami masalah. Kau tak perlu menumpuk kebingunganmu dengan mencemaskan perasaan itu. Yakin saja bahwa apapun masalahmu, suatu saat nanti kau akan menoleh ke belakang dan penderitaan itu akan tampak bagai mimpi belaka.


Saat kau merasa ingin sekali lautan menenggelamkanmu dan bumi menelanmu, ingatlah bahwa kau memiliki teman. Saat kita dihadapkan pada sebuah bukit yang curam atau rintangan, kita dapat saling menyemangati dan menemukan kekuatan untuk terus maju.



Disarikan dari tulisan Dr. Ikeda

Oleh L'Beth

Posted at 12:31 pm by dewi_sri

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry